Ziarah Tempat Bersejarah di Makkah: Jabal Nur dan Jabal Tsur

Ibadah Dipublikasikan 25 Maret 2026

Ziarah Tempat Bersejarah di Makkah: Jabal Nur dan Jabal Tsur
Jabal Nur menyimpan Gua Hira tempat wahyu pertama, sedang Jabal Tsur menjadi tempat persembunyian saat hijrah. Kenali keduanya.

Di sekitar kota Makkah terdapat sejumlah tempat bersejarah yang sering diziarahi jamaah, dua di antaranya adalah Jabal Nur dan Jabal Tsur. Mengenal kedua bukit ini membantu jamaah memahami perjalanan dakwah Rasulullah SAW, meskipun mendakinya bukanlah bagian dari rukun atau wajib umroh dan haji.

Jabal Nur, yang berarti "bukit cahaya", terletak di sebelah timur laut Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat Gua Hira, tempat Rasulullah SAW sering menyendiri untuk beribadah dan merenung sebelum diangkat menjadi nabi. Di gua inilah beliau menerima wahyu pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1 hingga 5, melalui Malaikat Jibril. Peristiwa agung ini menjadi tonggak awal kenabian dan turunnya Al-Qur'an. Mendaki Jabal Nur cukup menantang karena jalurnya menanjak dan memakan waktu, sehingga hanya disarankan bagi jamaah yang benar-benar sehat dan kuat.

Jabal Tsur terletak di sebelah selatan Makkah dan memiliki gua yang juga bersejarah. Di Gua Tsur inilah Rasulullah SAW bersama sahabatnya, Abu Bakar ash-Shiddiq, bersembunyi selama beberapa hari dari kejaran kaum Quraisy ketika hijrah menuju Madinah. Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an, termasuk penggambaran ketenangan yang Allah turunkan kepada keduanya. Sama seperti Jabal Nur, mendaki Jabal Tsur memerlukan fisik yang prima.

Dalam menziarahi tempat-tempat ini, ada beberapa hal penting yang perlu dijaga. Pertama, luruskan niat bahwa tujuan ziarah adalah mengambil pelajaran sejarah dan meneguhkan keimanan, bukan mencari berkah dari batu, gua, atau tanahnya. Kedua, hindari keyakinan dan praktik yang tidak berdasar, seperti menganggap tempat itu dapat mengabulkan hajat atau meninggalkan coretan dan benda di sana.

Ketiga, perhatikan keselamatan. Karena medannya menanjak dan terkadang licin, jamaah lansia atau yang memiliki keterbatasan fisik sebaiknya cukup menyaksikan dari kejauhan dan mendengarkan penjelasan pembimbing. Keempat, ikuti arahan muthawif atau pembimbing agar rombongan tetap tertib dan tidak tersesat.

Bagi banyak jamaah, memandang Jabal Nur dan Jabal Tsur dari kejauhan pun sudah cukup untuk menghadirkan rasa haru. Membayangkan perjuangan Rasulullah SAW menerima wahyu dan berhijrah dapat menumbuhkan semangat untuk lebih mencintai Islam. Dengan sikap yang benar, ziarah ke tempat bersejarah ini menjadi pelengkap perjalanan ibadah yang memperkaya wawasan sekaligus menguatkan iman.

Secara praktis, bila Anda berniat mendekati kedua bukit ini, siapkan perbekalan yang memadai seperti air minum, pelindung dari terik matahari, dan alas kaki yang nyaman. Suhu di Makkah dapat sangat panas, sehingga menjaga kondisi tubuh sangat penting agar tidak jatuh sakit dan mengganggu ibadah utama di Masjidil Haram.

Yang tak kalah penting, jangan sampai kunjungan ke tempat-tempat bersejarah ini mengurangi porsi ibadah pokok, yaitu memperbanyak salat, tawaf, dan doa di Masjidil Haram selama berada di Makkah. Ziarah sejarah bersifat pelengkap dan bernilai edukatif, bukan tujuan utama perjalanan. Renungkanlah bagaimana kisah Gua Hira dan Gua Tsur mengajarkan kesungguhan dalam beribadah serta keteguhan dalam menghadapi ujian. Dengan pemahaman ini, setiap tempat yang Anda kunjungi akan menambah kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan sekadar menjadi destinasi berfoto.

Bagikan: WhatsApp Kembali
Artikel

Artikel Lainnya

Siap Menunaikan Ibadah Bersama Kami?

Konsultasikan rencana keberangkatan Anda — gratis, tanpa ikatan.

WhatsApp