Salat Arbain adalah 40 salat fardu berturut-turut di Masjid Nabawi. Ini dasar, status hadits, dan sikap bijak menyikapinya.
Salat Arbain adalah amalan melaksanakan empat puluh kali salat fardu secara berturut-turut di Masjid Nabawi, Madinah, tanpa terlewat satu waktu pun. Karena dalam sehari terdapat lima salat fardu, maka empat puluh salat berarti sekitar delapan hari penuh berada di Madinah. Amalan ini populer di kalangan jamaah umroh dan haji Indonesia, sehingga banyak paket perjalanan yang menyediakan waktu tinggal di Madinah cukup panjang untuk memungkinkannya.
Dasar amalan ini adalah sebuah hadits yang menyebutkan keutamaan bagi orang yang salat empat puluh kali di Masjid Nabawi tanpa tertinggal, yaitu dicatat baginya kebebasan dari neraka, kebebasan dari azab, dan terbebas dari sifat munafik. Keutamaan yang besar inilah yang membuat banyak jamaah bersemangat menunaikannya.
Namun, jamaah perlu memahami bahwa status hadits tentang salat Arbain diperbincangkan di kalangan ulama. Sebagian menilainya sebagai hadits yang lemah, sementara sebagian lain tetap mengamalkannya dalam kerangka keutamaan (fadhail). Karena itu, salat Arbain sebaiknya dipandang sebagai amalan sunnah yang baik bila memungkinkan, bukan kewajiban yang memberatkan atau menjadi syarat sahnya umroh dan haji.
Sikap yang bijak adalah tidak menjadikan Arbain sebagai beban yang menimbulkan kecemasan berlebihan. Jika karena alasan jadwal penerbangan, kondisi kesehatan, atau kepadatan seseorang tidak dapat menyempurnakan empat puluh salat, ia tidak berdosa dan ibadahnya tetap sah. Yang utama adalah menjaga salat fardu berjamaah selama berada di Madinah dengan penuh kekhusyukan.
Ada beberapa tips agar salat Arbain berjalan lancar. Pertama, datanglah lebih awal ke masjid untuk mendapatkan tempat yang nyaman, terutama pada waktu-waktu ramai. Kedua, jaga stamina dengan istirahat cukup dan makan teratur, karena rutinitas bolak-balik ke masjid cukup menguras tenaga. Ketiga, manfaatkan waktu di antara salat untuk berzikir, membaca Al-Qur'an, atau berdoa, bukan sekadar menunggu.
Selama di Madinah, jamaah juga dianjurkan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW dan menjaga adab di masjid beliau. Suasana Masjid Nabawi yang tenang dan lapang menjadi kesempatan berharga untuk merenung dan memperbaiki diri.
Dengan niat yang lurus dan pemahaman yang benar, salat Arbain dapat menjadi sarana melatih kedisiplinan ibadah dan menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW, tanpa terjebak pada keyakinan yang berlebihan.
Perlu diingat bahwa keutamaan yang jauh lebih kuat dalilnya adalah keutamaan salat di Masjid Nabawi itu sendiri. Dalam hadits yang sahih disebutkan bahwa salat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali dibanding salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Maka, berapa pun jumlah salat yang mampu Anda tunaikan di sana, pahalanya sudah sangat besar.
Karena itu, jika seseorang tidak dapat menyempurnakan empat puluh salat, ia tetap dianjurkan memaksimalkan setiap salat berjamaah selama di Madinah, ditambah memperbanyak ibadah di Raudhah dan ziarah yang disyariatkan. Jangan sampai ambisi menyelesaikan Arbain justru membuat seseorang mengabaikan kesehatan, menyakiti diri, atau bersikap kasar kepada jamaah lain saat berebut tempat. Sikap tenang, sabar, dan mengutamakan kualitas ibadah jauh lebih dicintai daripada sekadar mengejar hitungan angka.